Jumat, 05 April 2013

Situs dan Sekilas Cerita Rakyat Indonesia


 

Cerita-cerita pada Rakyat sudah tidak asing lagi bagi Kita semua, tapi bagi teman-teman yang ingin kilas balik membaca tentang Cerita Rakyat, bisa mengunjungi situs-situs di bawah ini :







1.      Putri Anjani
Cerita dari Nusa Tenggara Barat
Anjani adalah seorang putri yang cantik namun tidak seperti putri yang lainnya. Anjani sangat berbeda, dia tidak suka berdandan selayaknya putri. Putri Anjani sangat tidak memperdulikan penampilan, dia juga tidak suka merawat tubuhnya. Sebaliknya putri Anjani lebih suka berburu di hutan, belajar ilmu bela diri dan hidup bebas di luar istana. Melihat hal ini raja bermaksud untuk menjodohkan putri Anjani bersama seorang pangeran agar perangainya berubah. Namun apa yang terjadi, putri Anjani menolak mentah-mentah perjodohan itu. Orang tuanya tidak bisa berbuat apa-apa atas penolakan putrinya. Sebaliknya putri Anjani berkata pada ayahnya bahwa dia akan keluar istana dan mencari sendiri jodohnya.

2.      Asal Mula (Kab.) Kuningan
Cerita dari Jawa Barat
Pertama kali diketahui Kerajaan Kuningan diperintah oleh seorang raja bernama Sang Pandawa atau Sang Wiragati. Raja ini memerintah sejaman dengan masa pemerintahan Sang Wretikandayun di Galuh (612-702 M). Sang Pandawa mempunyai putera wanita bernama Sangkari. Tahun 617 Sangkari menikah dengan Demunawan, putra Danghyang Guru Sempakwaja, seorang resiguru di Galunggung. Sangiyang Sempakwaja adalah putera tertua Wretikandayun, raja pertama Galuh. Demunawan inilah yang disebutkan dalam tradisi lisan masyarakat Kuningan memiliki ajian dangiang kuning dan menganut agama sanghiyang. 

3.      Cindelaras
Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. “Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,” pikirnya.

4.      Buaya Perompak
Cerita dari Lampung
Buaya Perompak adalah seekor buaya jadi-jadian yang dulu pernah menghuni Sungai Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Indonesia. Buaya jadi-jadian ini terkenal sangat ganas. Konon, sudah banyak manusia yang menjadi korban keganasan buaya itu. Pada suatu hari, seorang gadis rupawan yang bernama Aminah tiba-tiba hilang saat sedang mencuci di tepi Sungai Tulang Bawang. Benarkah Buaya itu yang menculik Aminah? Lalu bagaimana dengan nasib Aminah selanjutnya? Ikuti kisahnya dalam cerita Buaya Perompak berikut ini!

5.      Asal Usul Sawah Lunto
Cerita dari Sumatera Barat
Alkisah, lebih kurang tahun 1600 Masehi, ada sebuah kerajaan kecil yang diperintah oleh seorang Raja yang memerintah dengan adil dan bijaksana, rakyatnya hidup rukun dan damai.
Kerajaan kecil tersebut bernama Kerajaan Sitambago, sesuai dengan nama rajanya Sitambago. Daerah kekuasaannya di sebelah utara berbatas dengan nagari Kolok, di sebelah Timur berbatasan dengan Bukit Buar / Koto Tujuh, di sebelah selatan berbatas dengan nagari Pamuatan dan di sebelah barat berbatas dengan nagari Silungkang dan nagari Kubang.  

6.      Pak Sakerah
Cerita dari Jawa Timur
Sakera adalah seorang tokoh pejuang yang lahir di kelurahan Raci Kota Bangil, Pasuruan, Jatim, Indonesia. Ia berjuang melawan penjajahan Belanda pada awal abad ke-19. Sakera sadalah seorang jagoan daerah yang melawan penjajah Belanda di perkebunan tebu Kancil Mas Bangil. Legenda jagoan berdarah Bangil ini sangat populer di Jawa Timur utamanya di Pasuruan dan Madura.
Sakera bernama asli Sadiman yang bekerja sebagai mandor di perkebunan tebu milik pabrik gula kancil Mas Bangil. Ia dikenal sebagai seorang mandor yang baik hati dan sangat memperhatikan kesejahteraan para pekerja hingga dijuluki Pak Sakera (dalam bahasa kawi sakera memiliki arti ringan tangan, akrab/mempunyai banyak teman).
Suatu saat setelah musim giling selesai, pabrik gula tersebut membutuhkan banyak lahan baru untuk menanam tebu. Karena kepentingan itu orang Belanda pimpinan ambisius perusahaan ini ingin membeli lahan perkebunan yang seluas-luas dengan harga semurah-murahnya.dengan cara yang licik orang belanda itu menyuruh carik Rembang untuk bisa menyediakan lahan baru bagi perusahaan dalam jangka waktu singkat dan murah, dan dengan iming-iming harta dan kekayaan hingga carik Rembang bersedia memenuhi keinginan tersebut. Carik Rembang menggunakan cara-cara kekerasan kepada rakyat dalam mengupayakan tanah untuk perusahaan.  

7.      Pande Gelang dan Putri Arum
Cerita dari Daerah Banten
Putri Arum adalah seorang putri yang cantik jelita selain itu dia juga memiliki budi pekerti yang baik. Kecantikan putri Arum telah memikat hati pangeran Cunihin. Namun sayangnya pangeran Cunihin adalah seorang pangeran yang sombong. Putri Arum tidak menyukai pangeran Cunihin. Walaupun begitu putri Arum tidak bisa menolak pinangan pangeran, dia takut jika menolak sang pangeran akan marah dan merusak segalanya. Putri Arum menjadi amat sedih dan bingung tentang apa yang harus dilakukannya.

8.      Legenda Kota Surabaya
Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu Sura dengan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas, sama-sama cerdik, sama-sama ganas, dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. Akhimya mereka mengadakan kesepakatan.
“Aku bosan terus-menerus berkelahi, Buaya,” kata ikan Sura.
“Aku juga, Sura. Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak lagi berkelahi?” tanya Buaya.
Ikan Hiu Sura yang sudah memiliki rertcana untuk menghentikan perkelahiannya dengan Buaya segera menerangkan.

9.      La Dana
Cerita dari Tanah Toraja, Sulawesi Selatan
La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. Sehingga kecerdikan itu menjadi kelicikan.
Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang.
Lalu La Dana mengusulkan pada temannya untuk menggabungkan daging-daging bagian itu dan menukarkannya dengan seekor kerbau hidup. Alasannya adalah mereka dapat memelihara hewan itu sampai gemuk sebelum disembelih. Mereka beruntung karena usulan tersebut diterima oleh tuan rumah.

10.  Panji Semirang
Cerita dari Jawa Timur
Tersebutlah sebuah kerajaan bernama Jenggala, dengan putra mahkotanya bernama Raden Inu Kertapati. Dia berwajah rupawan, badannya tegap, dan sangat ramah kepada siapa saja, tanpa memandang status dan jabatannya. Dia sudah bertunangan dengan Dewi Candra Kirana, putri Kerajaan Kediri.
Suatu waktu, Raden Inu Kertapati berangkat ke Kerajaan Kediri untuk menemui tunangannya. Rombongannya lengkap dengan perbekalan dan pengawal yang siap siaga.
Di tengah perjalanan, rombongan Raden Inu diberhentikan oleh gerombolan dari Negeri Asmarantaka yang dipimpin oleh Panji Semirang. Melihat ada orang yang menyuruhnya berhenti Raden Inu bersiap-siap seandainya harus bertempur. Akan tetapi gerombolan tersebut tidak menyerang mereka. Mereka hanya meminta Raden Inu untuk bertemu dengan pemimpinnya, Panji Semirang.

Untuk Cerita-Cerita Rakyat yang lainnya teman-teman bisa langsung search di situs berikut : 
Ø  Bisa langsung Search Lewat Google,,hehehehe


Senin, 01 April 2013

Cerpen Pendidikan : BERSATU DENGAN BAHASA INDONESIA

Di pagi hari,suasana pasar yang ramai.Orang berlalu lalang disekitarnya.Ada sekelompok pedagang yang ngobrol sambil tertawa-tawa.Seorang pemuda yang bernama Suparman di kenal dengan bicara konyolnya ngobrol dengan seorang pedagang yang bernama Maman.
“ Jaman sekarang era repormasi..! Tuntutan hidup semakin sulit ,kang...!”
“iya kang , repormasi sulit”, ( sambil mengangguk dan merapikan sayuran ).
“Barang-barang semuanya mahal...! butuh duit....!”
“ Ngomong apa sampean ini...,Ndak jelas..!”,sahut sandra yang dikenal dengan cewek sok pintar.”Saya lihat lho,dengar dari orang-orang berdasi..”,suparman menjawabnya.
“Omongan orang berdasi ? Sampean pakai dasi ? wah...pasti ganteng.....”sahutan dari marni yang sangat lugu.
“Apa to kamu ini..!”kata suparman.
“ Orang berdasi yang korupsi dimana-mana,hahaha....”celetuk maman
“ Kalo saya yang penting bisa makan dan anak tetap sekolah kang..?”kata maryem .seorang wanita desa.
“ Betul itu jeng....setuju....”,sahut lukman ,pemuda yang plin-plan.
“Dik yem, jeng maryem memang ibu yang baik. Ngomong-ngomong lagi puasa jeng?”kata suparman.
“iya kang,tirakat.Ben anakku gampang ujian ...”jawab maryem.
“ Iya jeng....”sahut maman.
“Lah...kalau dasarnya pinter yo bisa,yen ndak pinter ya kebangetan..!”sindir sandra.
“ Betul juga itu....”,sahut lukman.
“Lha iya ,... U.A.S jaman sekarang kok sulet !”kata suparman.
“ KUAS apa to kang?”,tanya maman.
“ Lha...lha...lha...ndak pernah lihat teve apa ?”sindir suparman.
“ Lha saya ndak tahu kang, mbok dikasih tau....”jawab maman merendah.
“ lha mbok di kasih tau.....”sahut lukman
“ Itu lho,anak sekolah jaman sekarang,susah cari ijazah.....”suparman menjelaskan.
“Beli kertas aja mahal...! pakai lama lagi ,bayangkan 3 tahun ...udah belum tentu  pinter...!celetuk sandra.
“Iyo kang,numpuk duit yo..?”kata maryem.
“ Duit bisa dicari ,tapi kesejahteraan dan pengetahuan harus digali...”sahut marni
“Lah teori saja .Buktinya anak pak lurah,yang tinggi sekolahnya! Kuliah jauh di kota..!tapi sampai sekarang masih nganggur.. ! Perempuan kok ngoyo..!”celetuk sandra lagi.
“Lha kok sampean yang sewot !”cetus suparman.
“Sudah-sudah jangan ribut. Mbok diskusi yang baik..?”nasihat maryem.
“ Iya ni..Jangan ribut .
Daripada ribut, mending beli sayuranku ini. Dari tadi di pegang-pegang aja !”jawab maman
“ Iya...iya...iya...” lukman mengikuti.
“Iya...iya gampang ! Cuma sayuran saja !
Itu tadi to ada yang mancing emosi..!”jawab sandra dengan emosi yang tinggi.
Dan datanglah seorang wanita cantik yang bernama Menik yang berasal dari kota untuk berbelanja ,yang kebetulan lewat jalan pasar tempat kerumunan orang-orang.....
 (Bertelepon) Haloooow..... ya cint....Ni lagi belanja ...?tapi di Mallnya orang kampung ! (sambil berjalan melewati kerumunan). Orang-orangnya kotor,bodoh lagi...!Udah becek gak ada ojek lagi..hehehe... ,  Aduh...aduh... (berjalan di tempat kotor ).
(dengan nada lirih) Dengar,apa yang dibilang wanita itu..?katanya kita orang    kampung,kotor,dan bodoh tu !”
 “Mbak...mbak...! “(sandra menemui wanita itu)
“Tadi apa mbak bilang..!”
Menikpun (menoleh)
 “Sudah ya cint...dilanjutkan nanti....,daaa..?(menutup telepon)
Mbak...mbak...,nama saya meeenik...bukan mbk!ada apa memanggil saya..!”
“ Mbak menik tadi bilang apa di telepon ?!
Menjelek-jelekkan kita sebagai orang kampung!”sandra menyahut dengan marah.
Menik menjawab dengan keras .”Memeng iya kan... ?orang kampung!Tidak seperti saya....?orang kota..!”
Sandra menjawab.” Iya,kami orang kampung !
Tapi jangan begitu dong!”
Lukman (dari kejauhan)  “Sudah...sudah..,jangan mulai ribut lagi...! silakan kemari ..
Sudah saya buatkan minuman untuk semua....dan buat mbk menik untuk tanda perkenalan...(sambil menata minuman di meja )
“ Huuuh....”(muka musam terhadap sandra dan keduannya menuju tempat hidangan minuman)
Semuapun mengambil minuman
Lukman mempersilakan,.” Selamat Menik...Mati...?enak kan?”
Menik (kaget dan tersendak)
“Apaa....!
Apa anda bilang...!
Menik...mati...?
Enak saja...!
Saya masih hidup..!apa tidak bisa lihat !hah..!”
“mak....maksud....?”lukman menjawab gerogi.
“ Maksud...maksud..!Sudah diam!dasar orang kampung tidak berpendidikan!ngomong sembarangan..!”menik marah.
“ Tidak...tidak...,maksud lukman tadi mempersilakan kita untuk menikmati minuman...”marni menjelaskan .
“Iya,ndak bermaksud laen..”maryem menyetujui pendapat marni.
“aaahhh...tidak mau tahu..!kalau orang kampung ya tetap kampung..!sembarangan !”menik tidak mau tahu.
Setelah itu,datanglah 2 orang mamhasiswa ,setelah melihat ada keramaian dari kejauhan.bernama Riky dan sinta.
“Ada apa ini....,ada apa..?”tanya riky
“ Iya...,ada apa ini bapak ibu ,kok ramai-ramai..?”tambah sinta
Marni menjelaskan.”Ini lho mas..mbk..,ada orang kota datang..?”
Riky bertanya,”memangnya ada maslah apa dengan datangnya orang kota...?”
Sandra  menjelaskan, “Itu...! yang namaya mbk menik!dia mengatakan bahwa kami orang
 kampungan,bodoh,kotor..!memang kami orang kampung ! tapi lebih pintar dari dia..!”
“ Enak saja....! ya lebih pintar saya dong...!Ngomong bahasa indonesia aja masih salah..! masa saya dibilang Menik mati..!saya kan masih sehat...!” sahut menik dengan marah yang membara.
“ Sudah...sudah...!mari selesaikan maslah ini!mari kita cari jaln keluarnya?’sahut sinta menawarkan solusi.
“ Iya betul....Setuju sekali...” lukman menyahut
“ Baik,menurut mas dan mbak?bagaimana jalan keluarnya?” pinta marni
Dan riky pun memberikan pendapatnya.”Begini.....mohon didengarkan.....
Bahasa indonesia itu harus kita pelajari,tidak memandang entah itu orang kota maupun orang desa,dan pendidikan itu sangat penting,tidak dibatasi dengan umur maupun strata.semua berhak mendapatkan pendidikan,demikian pula dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.”
“ Sehingga dengan mempjelajari bahasa Indonesia dengan baik,maka kita tidak akan salah dalam mengucapkan kata-kata dan intonasinya.Mungkin maksud Bapak Lukman adalah Selamat Menikmati,....karena salah intonasi maka mbak.Menik salah pengertian...betul begitu pak Lukman..?”,sinta meneruskan
“ Betul mbak....”sahut lukman menyetujui
Riky melanjutkan.”Kata dalam Bahasa Indonesia itu jika salah intonasi dalam pengucapannya...maka salah pula maksudnya.
                Selain itu pula ,budaya kota dan desa memang sangat berbeda,tetapi kalau kita saling menghargai,maka kesenjangan itu akan tertutupi,dengan tidak saling menjelek-jelekkan satu sama lain,membeda-bedakan antara orang desa dan kota,serta masih banyak lagi....”
“Dengan demikian,maka kebudayaan,pendidikan,serta Bahasa Indonesia mari kita persatukan...bagaimanapun,Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa..”sinta melanjutkan
Riky meminta kejelasan.”Jadi bagaimana...? Bapak dan ibu sekalian...?Mari hidup berdampingan dengan rukun walau banyak perbedaan...”
Dan akhirnya semua orang desa menyetujuinya.” Iya...kami setuju.....”
“ Terima kasih mas...mbak?atas pemecahan masalahnya...
                mari kita berdamai....”ajakan maman
“Bagaimana dengan mbk menik...?”,tanya sandra
Menikpun menjawab.”Hmmmmm......Oke...saya setuju...”
“ Sekarang,bapak ibu semua saling bersalaman untuk saling memaafkan dan sebagai tanda perdamaian kita semua..”sandra mengajak.
Akhirnya semua bersalaman dan saling memaafkan.
(By Frendi Setiawan Pradikdo)

SITUS-SITUS PENYEDIA CERPEN


Bagi yang gemar membaca Cerita-Cerita Pendek (Cerpen), bisa membuka Situs/Tautan di bawah ini :

1.      Cerpen Mu
Merupakan Situs Komunitas Penulis Cerpen Indonesia, Kumpulan Cerpen Karya Anak Bangsa

2.   Cerpen Cinta Romantis
 

3.   Cerpen Persahabatan